Judul : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Penulis : Brian Khrisna
Penerbit : Gramedia Widiasarana
Tahun terbit : 2025
Tebal buku : vi + 210 halaman
Tebal : 13.5 x 20 cm
Harga : Rp93.000,00
Cetakan : Kesepuluh Maret 2025
ISBN : 978-602-05-3132-8
Aku takut kalau ternyata selama ini aku tidak pernah berhasil menjalani hidup sebagaimana seharusnya. Di kepalaku sekarang, pertanyaan ini semakin lama semakin membesar. Pantaskah hidup ini kujalani?(Khisna, 2025)
Buku ini mengisahkan seorang yang bernama Ale yang hidup Tengah ibu kota. Ia menjalani rutinitas hampa yang setiap hari ia lakukan mulai bangun, kerja, tidur. Hanya itu aktifitas yang dia lakukan berulang-ualng. Hingga suatu di mulai Lelah dengan apa yang ia jalani, tidak punya semangat untuk hidup karena banyaknya tekanan dari banyak orang, tidak pernah dianggap bahkan kelurganyapun tidak pernah menganggap kehadirannya. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan meminum obat-obatan, namun karena membaca intruksi obat antidepresinya bahwa obat tersebut harus dikonsumsi setelah makan, dan ia memutuskan untuk makan mie ayam favoritnya yang menjadi kegiatan terkahir sebelum mati. Namun, keputusan sederhana itu justru mengantarnya pada perjalanan yang tidak terduga. Dalam perjalanannya menuju warung mie ayam, Ale bertemu dengan berbagai orang yang secara tidak langsung menyentuh hatinya dan mengubah pandangannya terhadap hidup. Dari pertemuan-pertemuan itulah Ale mulai menyadari bahwa hidup, seberat apa pun, masih menyimpan makna yang pantas diperjuangkan.
Baca Juga: Resensi Novel: Makna Hidup di Balik Novel Berpayung Tuhan
Buku ini mengangkat tema Kesehatan mental dan makna kehidupan. Penulis berusaha menggambarkan seorang yang mungkin tampak biasa saja akan tetapi menyimpanluka batin yang begitu dalam. Ale menjadi Gambaran banyak orang yang hidup dalam tekanan sosial dan kehilangan arah, tetapi diberi kesempatan untuk menemukan arti hidup lewat hal-hal kecil yang tidak terduga.
Kelebihan buku
Menyajikan gaya penulisan yang sederhana sehingga pembaca mudah menangkap makna yang terkandung di dalam buku. Kemampuan penulis membangun kedalaman emosi melalui gaya bahasa yang lugas dan mengalir. Brian Khisna mampu menghadirkan narasi yang membuat pembaca ikut merasakan konflik batin tokoh utamatanpa perlu menjelaskan secara berlebih. Selain itu, tema dari buku ini relevan dengan realitas sosial saat ini sehingga mudah diterima dan dipahami oleh berbagai kalangan. Terdapat pesan yang dikemas secara halus dan reflektif meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya menghargai hidup dari hal-hal sedderhana.
Kekurangan buku
Alur yang cenderung lambat dan monoton. Terdapat konflik yang tidak terselesaikan dengan tuntas, sehingga pembaca kebingungan. Tema yang cukup berat secara emosional, bagi para pembaca yang sensitif terhadap isu depresi atau keinginan bunuh diri, bagian awal cerita mungkin terasa menekan meskipun berakhir dengan pesan positif.
Baca Juga: Resensi Buku: Bagaimana Rutinitas dan Kebiasaan Dapat Mempengaruhi Kehidupan
Kelayakan
Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati layak dibaca karena mengangkat tema yang relevan dengan kehidupan modern dengan judul yang unik serta penuh makna. Penulis mampu menarik perhatian pembaca sejak awal melalui pemilihan judul dan desain sampul yang estetik dan menggugah rasa ingin tahu. Lebih dari itu, buku ini menyampaikan pesan moral yang menginspirasi tentang pentingnya menghargai hidup, betapapun sederhana jalannya. Lebih dari itu, buku ini menyampaikan pesan moral yang menginspirasi tentang pentingnya menghargai hidup, betapapun sederhana jalannya. Ceritanya memberikan ruang refleksi bagi pembaca untuk memahami bahwa setiap orang memiliki perdebatan batin yang tidak selalu tampak. Melalui perjalanan Ale, pembaca diajak menyadari bahwa hal-hal kecil yang sering diabaikan justru dapat menjadi alasan untuk kembali menemukan harapan dan kebermaknaan hidup.
Baca Juga: Resensi Buku: Cyber Law Aspek Data Privasi Menurut Hukum Internasional, Regional, dan Nasional


