PINTER HUKUM
#1 Platform for Legal Education and Consulting • Penyedia Layanan Jasa Hukum Terlengkap dan Terpercaya di Indonesia
Berita  

Bangka Botanical Garden On The Way Menjadi Destinasi Wisata Kota Pangkalpinang

Avatar of Pinter Hukum
Bangka Botanical Garden On The Way

Baru-baru ini, setelah pandemi Covid-19 mulai mereda banyak masyarakat yang mulai beramai-ramai mencari destinasi yang nyaman dan sejuk untuk menghilangkan penat. Tidak dipungkiri hal ini pun terjadi bagi masyarakat Kota Pangkalpinang. Kota Pangkalpinang yang

memiliki berbagai macam destinasi wisata yang begitu indah dan memanjakan mata. Namun, terdapat salah satu destinasi tempat yang cukup menyita perhatian masyarakat, yang dimana masyarakat bisa bersantai, bisa berkumpul, bisa melihat pemandangan yang asri, dan ditambah dengan angin yang sejuk, sehingga akan membuat setiap pengunjung nya merasa nyaman dan tenang.

Baca juga: Kanjuruhan: Pekat, Sesak, dan Duka

Destinasi tersebut adalah Bangka Botanical Garden atau biasa disingkat dengan BBG. BBG menjadi salah satu tempat yang popular dan banyak dikunjungi oleh masyarakat Kota Pangkalpinang. Berlokasi di Jalan Raya Pasir Padi, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukin Intan, Air Itam, Kota Pangkalpinang. Jarak nya yang tidak jauh dari pusat Kota Pangkalpinang semakin memudahkan pengunjung untuk datang.

Banyak pengunjung yang datang untuk berfoto, bersantai, berpiknik, hingga melakukan foto prewedding disana. Suasana yang nyaman, sejuk, dan asri membuat para pengunjung menjadi tertarik untuk berkunjung kesana. Apalagi, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk ke tempat tersebut. Walaupun di BBG belum terdapat berbagai wisata bermain, namun tidak melunturkan ketertarikan masyarakat untuk tetap berkunjung kesana.

Nama Bangka Botanical Garden atau BBG memiliki makna filosofis yang menjadi dasar dibentuknya nama tersebut. Adapun kata Botani memiliki arti pertanian, kemudian garden memiliki arti dapur, sehingga Bangka Botanical Garden mempunyai arti pusat pertanian di Bangka Belitung. BBG merupakan kawasan pertanian terpadu yang dimana mengolah lahan krisis menjadi lahan yang produktif.

Baca juga: Bagaimana Cara Membedakan Satwa Yang Boleh Diburu dan Yang Tidak Boleh Diburu?

Penataan lahan yang bagus membuat masyarakat menjadi tertarik untuk datang berpiknik disana. Bangka Botanical Garden merupakan pusat agrowisata dengan jalan berpohon cemara, memberikan kesan yang tenang dan nyaman untuk dilihat. BBG belum bisa dikatakan sebagai tempat wisata karena belum menyediakan suatu permainan.

Hal ini dipaparkan oleh salah satu pengelola Bangka Botanical Garden yang bernama bapak Replianto, ketika diwawancarai beliau memaparkan bahwa “sebenarnya BBG bukan merupakan tempat wisata, pihak pemerintah yang telah menjadikan BBG sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Pangkalpinang”.

Beliau juga memaparkan bahwa para pengelola BBG sedang mempersiapkan dan merencanakan BBG untuk menjadi destinasi wisata. Untuk saat ini belum destinasi wisata, tetapi sedang dipersiapkan menuju kesana.

Bangka Botanical Garden mulai dikelola pada tahun 2001. Bangka Botanical Garden sebagai agrowisata menyediakan 4 usaha yang dikelola secara besar, diantaranya peternakan, perkebunan, budidaya ikan, dan budidaya sayuran.

Baca juga: Fungsi Ratifikasi Dalam Penyelesaian Konflik Internasional

Penulis: Ayu Pertiwi, Chairunifa, Laurentia Popy, Rio Saputra
Penulis: Ayu Pertiwi, Chairunifa, Laurentia Popy, Rio Saputra

Pencetus ide untuk merubah lahan kritis bekastambang timah ini menjadi tempat agrowisata BBG adalah bapak Johan Ridwan Hasan, beliau juga orang yang mempunyai lahan BBG seluas 300 hektar tersebut. Selain itu, BBG asli dikelola oleh pihak swasta, tanpa adanya campur tangan pihak pemerintah dalam pengelolaannya.

Adanya BBG sebagai tempat agrowisata memberikan dampak yang positif bagi para pengunjung nya. Dampak positif yang dapat dirasakan, diantaranya pengunjung bisa mendapatkan tempat yang sejuk untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti olahraga, belajar, beristirahat, kumpul keluarga, dan lain sebagainya.

Selain itu, adanya BBG ini dapat memberikan manfaat bagi misi pendidikan yang dimana memberikan misi penelitian bagi masyarakat dan para akademisi dalam melihat tanaman apa saja yang cocok untuk ditanam di Bangka Belitung yang dimana dahulunya merupakan lahan pertambangan. BBG bisa dijadikan tempat penelitian, hal ini dikarenakan perlunya penelitian mengenai aktivitas pertambangan yang dilakukan puluhan atau ratusan tahun yang lalu di tempat tersebut.

Baca juga: Kegiatan Pertambangan Ilegal di Teluk Kelabat Merugikan Masyarakat Desa Pangkal Niur

Bangka Botanical Garden yang memiliki begitu banyak keunikan membuat para pengunjung merasa betah berlama-lama disana. Tempat yang asri dan sejuk cocok untuk dijadikan destinasi liburan saat weekend. Para pengunjung dapat bersantai melepaskan penat.

BBG yang sedang dipersiapkan menuju destinasi wisata akan sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Kira- kira wisata apa saja yang akan disediakan di BBG? Tentunya, wisata yang akan disediakan dapat menambah ketertarikan masyarakat untuk berkunjung kesana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Konsultasi Gratis